BRMP Jakarta Gerakkan Petani Jakut dan Siapkan Program PM-AAS Dukung Swasembada Pangan
JAKARTA UTARA – Upaya meningkatkan luas pertanaman padi dan mendukung swasembada pangan nasional terus diperkuat oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jakarta. Melalui pemberdayaan dan pendampingan petani, BRMP Jakarta mendorong percepatan tanam padi di Jakarta Utara sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program PM-AAS sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi budi daya padi.
Percepatan tanam menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan potensi lahan sawah yang tersedia. Petani didorong agar segera memanfaatkan lahan sesuai dengan kondisi agroekosistem, ketersediaan air, kesiapan benih, dan sarana produksi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan luas areal tanam serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di DKI Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, petani pelaku utama yang menentukan keberhasilan program. Karena itu, BRMP Jakarta mendorong penguatan koordinasi dengan kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan percepatan tanam berjalan terarah dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sejalan dengan percepatan tanam, BRMP Jakarta juga mempersiapkan pelaksanaan program PM-AAS untuk mendukung penerapan teknologi budi daya padi yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat.
Persiapan program diarahkan pada koordinasi dengan petani dan sosialisasi drum sidder berupa alat tanam benih langsung pada kelompok tani, identifikasi kesiapan lahan, penyiapan benih, serta perencanaan penerapan teknologi budi daya merupakan aspek yang dapat mendukung peningkatan efisiensi usaha tani.
Melalui persiapan yang matang, program PM-AAS diharapkan dapat menjadi sarana penerapan inovasi teknologi pertanian sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola usaha tani padi secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sinergi antara percepatan tanam dan persiapan PM-AAS menjadi penting agar upaya meningkatkan luas pertanaman tidak hanya berorientasi pada penambahan luas lahan yang ditanami, tetapi juga memperhatikan kualitas budi daya dan potensi peningkatan produktivitas.
Petani Bergerak, Produksi Meningkat.