BRMP Jakarta melakukan Konsultasi Bawang Merah untuk Perkotaan di BRMP Sayuran
Lembang -- (23/06/2026), BRMP Jakarta melakukan konsultasi terkait varietas tanaman sayuran yang adaptif di perkotaan dan teknologi tanaman sayuran mendukung urban farming khususnya bawang merah. Konsultasi dilaksanakan di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran).
Pokok bahasan yang menjadi bahan konsultasi adalah bawang merah yang adaptif di daerah dataran rendah yaitu Jakarta. Dadan menyampaikan bahwa perbedaan dari bawang merah di dataran rendah dan dataran tinggi adalah waktu panen dimana bawang merah di dataran rendah memiliki waktu panen lebih cepat yaitu 2,5 bulan. Sedangkan panen bawang merah di dataran tinggi memiliki waktu panen hingga 3 bulan. Hasil panen dalam 1 umbi bisa menjadi 10-12 anakan, 1 rumpun bisa menjadi 120-150 gram.
Pemupukan dalam 1 musim dapat dilakukan 2 kali (15 & 30 hari) dengan pupuk NPK 16:16:16. Sedangkan pupuk dasar yang digunakan pada media adalah SP36 yang keras dan tidak mudah larut.
Dalam penggunaan pupuk kandang, sebaiknya didiamkan selama 2-4 hari untuk pematangan karena memiliki potensi racun jika dilakukan penanaman.
Selanjutnya, hal yang menjadi pembeda perlakuan adalah waktu penyiraman karena perbedaan ketinggian. Untuk bawang merah di dataran rendah yang memiliki cuaca lebih panas, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Karena penyiraman pertama di pagi hari melekatkan tanah, tetapi memecah tanah pada siang hari sehingga menganggu tumbuhnya umbi.
Cara melipatkan hasil budidaya dengan pola tanam dengan menggunakan maktriks tanam. Perencanaan tanam 7-15 hari sekali yaitu bertahap tanpa putus yang menjadi penanaman berkesinambungan.
Selanjutnya tim BRMP Jakarta diajak berkeliling Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BRMP Sayuran.
Diharapkan ilmu yang diberikan dari BRMP Sayuran dapat diterapkan secara menyeluruh dalam perbenihan bawang merah dan budi daya sayuran di Kota Jakarta.