Peternakan Sapi Perah Organik Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Batu Raden -- Kegiatan webinar bertema “Peranan Peternakan Sapi Perah Organik dalam Mendukung Ketahanan Pangan” diselenggarakan secara daring dan mendapat perhatian luas dari para praktisi, pejabat fungsional, serta pemangku kepentingan di bidang peternakan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai peluang dan tantangan pengembangan peternakan sapi perah organik di Indonesia.
Dalam sambutan pembukanya, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Si, menyampaikan apresiasi atas meningkatnya minat masyarakat dan pelaku usaha terhadap praktik peternakan organik. Beliau menegaskan bahwa meski implementasinya di Indonesia belum sepenuhnya organik, upaya perbaikan secara bertahap terus dilakukan untuk menuju sistem produksi yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. “Peternakan organik merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas produk susu sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Webinar ini menghadirkan empat narasumber kompeten yang memberikan wawasan dari sudut pandang internasional, regulatif, teknis, dan implementatif:
Lotte Dam, Sector Counsellor Food & Agriculture, Kedutaan Besar Denmark, memaparkan pengalaman Denmark sebagai negara maju dalam pengembangan industri peternakan organik dan strategi keberlanjutan pangan.
Drh. Boetdhy Angkasa, M.Si, Kapoksi Pengawasan dan Sertifikasi Mutu, menjelaskan pentingnya standar, regulasi, dan sertifikasi mutu dalam memastikan keamanan dan kredibilitas produk organik.
Dr. Ir. Tri Melewati, S.Pt., M.Si., IPM, Direktur Pakan, menyampaikan peran vital pakan organik dalam mendukung kesehatan ternak serta efisiensi produksi susu organik.
Dr. Dani Kasworo, S.Pt., M.Si, Kepala BBPTU Baturraden, berbagi pengalaman implementasi peternakan sapi perah organik di lapangan dan strategi adaptasi menuju sistem produksi yang lebih alami.
Para peserta webinar menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif berdiskusi, menyoroti peluang pengembangan usaha susu organik, aspek regulasi, hingga kesiapan infrastruktur nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan peternakan organik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan ini, semakin terbuka harapan bahwa peternakan sapi perah organik dapat menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan pangan nasional sekaligus menjawab kebutuhan konsumen terhadap produk hewani yang aman, sehat, dan berkualitas.