BRMP Jakarta Evaluasi Silase Limbah Pasar Mendukung Ketersediaan Pakan Sapi Perah di Pondok Rangon
Jakarta Timur, (21/10/2026)-- Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jakarta melakukan monitoring hasil pembuatan silase berbahan limbah pasar di Gapoknak Swadaya Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi penerapan teknologi pengolahan pakan alternatif sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik secara lebih produktif.
Limbah pasar berupa ragam jenis sayuran, dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan silase. Bahan tersebut diolah dan disimpan dalam plastik yang ditempatkan di dalam drum untuk mendukung proses fermentasi dalam kondisi an aerob.
Monitoring dilakukan dengan mengamati kondisi fisik silase, aroma, kadar air secara visual, serta sistem penyimpanan. Berdasarkan pengamatan awal, silase yang telah difermentasi selama tujuh hari menunjukkan kondisi cukup basah dan mengeluarkan aroma campuran asam dan amonia. Temuan ini menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui faktor yang memengaruhi proses fermentasi dan mutu hasil pengolahan.
Kadar air yang tinggi pada limbah sayuran dapat menjadi tantangan dalam pembuatan silase. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan bahan baku yang tepat, mulai dari pemilahan limbah, pengurangan kadar air, pencacahan, pemadatan, hingga penutupan wadah secara rapat. Evaluasi lebih lanjut juga diperlukan untuk menilai tingkat keasaman dan kelayakan silase sebelum dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Melalui kegiatan ini, BRMP Jakarta mendorong peternak agar tidak hanya berinovasi dalam memanfaatkan limbah pasar, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan mutu pakan. Silase yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif penyediaan pakan, membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan hijauan segar, serta mendukung efisiensi usaha peternakan sapi perah.
Monitoring ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi peternak untuk mengidentifikasi kendala teknis dan memperbaiki proses pembuatan silase pada produksi berikutnya. Dengan pendampingan dan penerapan teknologi yang tepat, pemanfaatan limbah organik berpotensi mendukung sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.